Ulasan Pelanggan
Lihat apa kata pelanggan kami tentang pengalaman mereka bersama kami.
14891 ulasan
Doni Iwan
Saya mengunjungi Gereja Katedral Jakarta pada 8 November 2025 dan pengalaman saya sangat berkesan. Bangunan katedral ini memancarkan keanggunan arsitektur neo-gotik yang khas. Dua menara runcingnya tampak megah dari kejauhan, sementara halaman depannya tertata rapi dan memberikan suasana tenang di tengah hiruk pikuk Jakarta.Ketika memasuki bagian dalam, suasana langsung terasa damai dan khidmat. Langit-langit tinggi, pilar-pilar ramping, serta permainan cahaya dari kaca patri berwarna menciptakan suasana yang sangat indah. Setiap sudut interiornya terlihat terawat dan penuh detail, mulai dari altar utama hingga ornamen kayu yang menghiasi dinding dan langit-langit. Secara keseluruhan, Katedral Jakarta memberikan pengalaman yang positif dan menenangkan. Tempat ini sangat layak dikunjungi untuk beribadah, berdoa, atau sekadar menikmati keindahan arsitektur bersejarahnya. Sejarah: Katedral Jakarta, dengan nama resmi Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, mulai dibangun pada akhir abad ke-19 setelah bangunan sebelumnya runtuh akibat usia dan kondisi tanah. Katedral ini akhirnya selesai pada tahun 1901 dan menjadi salah satu bangunan neo-gotik paling menonjol di Indonesia. Letaknya yang berada tepat di depan Masjid Istiqlal menjadikan kawasan ini simbol harmoni dan toleransi yang sering dibicarakan secara nasional. Selama lebih dari satu abad, katedral ini menjadi pusat kegiatan umat Katolik di Jakarta dan saksi berbagai peristiwa sejarah penting. Fun Fact: Katedral ini bukan dibangun dari batu besar seperti gereja gotik di Eropa, melainkan dari batu bata dan rangka baja agar lebih ringan dan aman untuk kondisi tanah Jakarta. Menara “Gesper” (menara jam), “Daud” (menara utara), dan “Gabriel” (menara selatan) memiliki nama yang berbeda dan masing-masing memegang fungsi simbolis dalam tradisi gereja. Ornamen kaca patri di dalamnya dibuat dengan teknik tradisional dan sebagian besar didatangkan dari Belanda pada awal abad ke-20. Terdapat jembatan penghubung bernama Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Katedral dan Masjid Istiqlal, menjadikannya salah satu contoh paling konkret dari simbol persatuan dua rumah ibadah besar di satu kawasan.
Amanda Govina
Datang ke sini hari sabtu untuk ekaristi 18.30. Suasana tidak begitu ramai.
Klemens Pongbulintong
Tanggal 28 Nov datang ke sini buat terima sakramen tobatt. Selama tahun Yubel ada penerimaan tiap jumat (16.00-17.30), sekalian ikut misa Jubell dan Adorasi pukul 18.00. …
R Sunardi
Gereja yg sangat megah di Jakarta
Lucia
Misa minggu jam 19.00. Tenang & khusuk. Ga terlalu rame.
arrya marcell
7 th sudah baru mampir dan mengikuti Misa, Puji Tuhan Puji Tuhan saya masih bisa diberi napas kesehatan ke sini lagi, tempat yg teduh menenangkan hati Tempat megadu akan problem kehidupan, Terima kasih Tuhan engkau sunggu baik.
Natalia Warbung
Seru banget ke museum nya , bisa banyak belajar tentang Kristen Katholik
Shienny Lin
Dapat parkir di area sekolah..mudah diakses,tempat ibadah dengan nuansa katolik yang kental..security ramah
Aira.
syahdu sekali ketika memasuki Area gereja katedral ini, kebetulan hanya untuk menemani teman yang ingin bersembahayang di dalam, jadi saya ga ikut masuk. salam toleransi untuk kita semua. 🤝🏻
Reza
Bangunan berusia lebih dari 100 tahun dengan gaya Neo-Gothic yang megah. Terdapat tiga menara dengan makna simbolis, yaitu Menara Angelus Dei, Menara Benteng Daud, dan Menara Gading. Gereja ini juga menjadi salah satu gereja tertua dan terbesar di Indonesia, dan misa minggu di sini terasa sangat nyaman.
Tonny Mustika
Gereja Katedral Jakarta adalah salah satu bangunan bersejarah yang paling menarik di pusat kota. Dibangun pada awal abad ke-20, gereja ini menjadi saksi perjalanan panjang komunitas Katolik sekaligus perkembangan Jakarta dari masa ke masa. Arsitektur gotik neo-Belanda yang khas langsung terlihat dari fasadnya: menara kembar yang tinggi, jendela-jendela lancip, dan detail ornamen yang rapi. Di bagian dalam, suasananya tenang dan tertata, membuat siapa pun bisa merasa nyaman untuk berdoa atau sekadar menikmati bangunan yang indah ini. Katedral juga dikenal sebagai tempat pembauran budaya. Letaknya berdampingan dengan Masjid Istiqlal menciptakan simbol kerukunan yang kuat, menunjukkan bagaimana keberagaman bisa hidup berdampingan dengan damai. Museumnya cukup menarik untuk dikunjungi. Koleksinya mencakup benda-benda liturgis, foto-foto lama, serta berbagai arsip yang menceritakan sejarah gereja dan aktivitas umatnya. Meski tidak terlalu besar, museum ini informatif dan memberi gambaran jelas tentang perjalanan Katedral dari waktu ke waktu. Secara keseluruhan, Gereja Katedral Jakarta adalah tempat yang layak dikunjungi—baik untuk ibadah, wisata sejarah, maupun menikmati arsitektur yang cantik dan terawat.
hillarion titus
Untuk kesekian kalinya mengunjugi untuk berdoa. Jujur adeh tentram hati rasanya
Tulis Review di Aplikasi
Untuk menulis review, silakan gunakan aplikasi CilacapConnect. Download gratis!